Kamis, 01 November 2007
whaddaweek.
cape banget ngelewatin minggu ini..banyak tugas, banya uts, banyak deadline, banyak pikiran..
everything's getting boring each day..
yaah, semangatlah Rin!
it's for your own happiness..
haha..
welcome to the good life!
Rabu, 10 Oktober 2007
Apa Jadinya Jika EY Bertemu AM di Mall?
..
Suatu hari di sebuah mall kenamaan ibukota,
Agnes Monica berjalan-jalan dengan para bodyguardnya. Sepertinya, sang diva yang mau go international itu ingin berbelanja baju di sebuah butik pakaian kenamaan.
”Duh, bagusan yang mana ya..” Sang Diva nampak asik memilih-milih baju.
Dari kejauhan nampak seorang anak muda, lusuh, seperti tidak memiliki tujuan hidup, jalan terhuyung-huyung. Dapat terdengar samar2, anak muda itu menyenandungkan sebait lagu ”Jangan lagi kau dekati diriku.. Ku tak mau bersamamu..” . Jika diperhatikan lebih lanjut, terlihat tingkat depresi dan frustasi yang tinggi telah menyerang si anak muda.
Agnes Monica telah selesai berbelanja. Ia keluar dari butik tersebut dengan membawa lima kantong belanjaan (oops, yang bawa bodyguardnya.) dengan nominal belanjaan bisa ditaksir tidak mungkin kurang dari 10 juta rupiah, meningat butik itu adalah butik kenamaan (repetisi).
Sembari menelpon dengan hanphone merk finlandia keluaran terbaru di telinga kanan, nampak sang diva tengah asik mengobrol dengan seseorang di seberang sana, karena tak jarang terdengar sura tawa di sela obrolannya. Ia berjalan melenggang.
Sang anak muda begitu shock melihat kenyataan yang ada di depan matanya. Bukan karena belanjaan sang diva, yang membuatnya berpikir bisa mebiayai hidupnya selama 10 tahun ke depan, tapi sosok sang diva a.k.a Agnes Monica mampu membawanya terbang ke masa lalu..
“Aduuh.. bukan main susahnya.. pusingnya kepalaku..”
Tanpa sadar, anak muda menggumamkan bait lagu tersebut.
Karena jarak antara anak muda dan sang diva tidak begitu jauh, hanya terpisah sekitar 3 meter, tak terelakkan, sang diva pun mendengar gumaman itu.. Ah, jadi terbawa ke masa lalu.. Sambil berbalik ke arahnya, sang diva pun menyambut gumaman si anak muda..
“Makanya yang rajin belajar. Yang loyo itu anak bodoh. Makanya kamu jadi bodoh, akibat kebanyakan nonton video..”
Si anak muda terkejut, ”Agnes? Masih inget aku? Aku Nes.. Eza..”
Sang Diva pun terperanjat, ”Eza??”
“Temen duet kamu Nes.. Itu lagu kita.. lagu KITA.. Kita dulu pernah duet..Aku, Eza Yayang..” si anak muda terus mencoba meyakinkan sang Diva bahwa dirinya adaah temen duet sang diva di jaman dahulu kala (jaman ketika sang diva hanyalah seorang perempuan kecil dengan mata sipit dan kulit putih). Anak muda terus berusaha keras mencoba mengembalikan ingatan sang Diva..
”Kamu inget kan Nes? Iya kan?” Anak muda terus berusaha.Sebelum akhirnya, sang Diva berkata,
”Pak, tolong singkirkan bapak ini.. Saya cape melayani orang-orang yang suka ngaku2 ga jelas seperti dia..” kata sang diva.
Pria-pria berbadan besar dan berstelan jas hitam-hitam segera menyingkirkan si anak muda (yang menurut Agnes Monica a.k.a sang diva adalah bapak-bapak).
”Nes..Kamu lupa nes? Nes..jadi gitu ya kamu sekarang.. Setelah apa yang pernah kita lewatin?” si anak muda terus meronta berusaha melepaskan genggaman pria-pria berbadan besar.
Sang Diva berkata,
”Makanya jangan kebanyakan nonton video..”
Dan sang divapun melenggang pergi..
Keesokan harinya, di infotainment, keluar berita terbaru menyoroti rencana kepergian sang diva keluar negeri untuk mempromosikan album terbarunya, terlihat di layar televisi sesosok anak muda yang wajahnya sama persis dengan anak muda yang bertemu sang diva di mall sedang diwawancara,
Wartawan : “Gimana mas Eza Yayang melihat kesuksesan temen duet mas dulu, Agnes Monica..?”
Eza Yayang a.k.a anak muda yang bertemu sang diva di mall : “Wah, saya ikut seneng aja mas..”
Wartawan : “Ada niatan untuk ngajak Agnes Monica duet lagi ngga mas?”
Eza Yayang a.k.a anak muda yang bertemu sang diva di mall : “Yah, kalo ada kesempatan sih kenapa ngga mas..?(dalam hati : kalo ada duit juga tai.. Tai nih wartawan, nanyain gue pertanyaan kaya beginian. Gatau apa sakit hati gue kemaren.)
Wartawan : O, oke deh mas kalo gitu. Ada pesen-pesen ga mas buat Agnes Monica? Kan katanya besok Agnes mau ke Singapura buat promosi album..”
Eza Yayang a.k.a anak muda yang bertemu sang diva di mall : ”Yah, buat Agnes, jangan sombong-sombong aja deh kalo ketemu..”
Begitulah, wawancara yang terjadi. Akhirnya, infotainment pun berakhir dengan lagu “Aduuh.. bukan main susahnya.. pusingnya kepalaku..Makanya yang rajin belajar. Yang loyo itu anak bodoh. Makanya kamu jadi bodoh, akibat kebanyakan nonton video..” sebagai backgroundnya.
Cerita di atas hanyalah fiktif belaka, jika terdapat kesamaan karakter, tokoh, maupun cerita, itu hanya kebetulan.
Cerita itu Cuma rekaan, kira2 gimana kalo Eza Yayang ketemu Agnes Monica di Mall. Hehe. Masih inget sama lagunya Eza Yayang feat. Agnes Monica? Judulnya YES. Saya inget banget karena termasuk lagu kesayangan saya setelah Si Lumba-Lumbanya Bondan Prakoso. Buat yang masih inget video klipnya, mereka berdua pake baju putih-putih terus terbang-terbang, sokil banget tuh. Untuk jaman segitu, Eza Yayang adalah sang idola.. Lama-lama image itu pupus seiring keluarnya lagu DOT yang ”Jangan lagi kau dekati diriku.. Ku tak mau bersamamu.. Jangan lagi kau iringi langkahku.. Dan biarkan ku sendiri.. And the bla bla bla (sebenenya saya hapal lagu ini, cuma males aja nulisnya..”
Sekarang, coba kita tengok sejenak, Agnes Monica kabarnya mau go international tuh.. Nah Eza Yayang? Masih di Indonesiakah beliau? Wallahu alam..
Minggu, 30 September 2007
where I am heading?
Have no idea
The path I'm taking
The love I share
The visions in mind
Never been so blurry
Pretending to be fine
Laughing isn't easy
Pretty hard tho
The upside down world
Driving me insane
The worthless words are throwing away
For a CHANGE - sake
Is this right?
Tell me.
Convince me.
Are you really there?
Halo Efek
jadi, hati-hati..efek halo ini punya peranan penting dalam membentuk image seseorang di kemudian hari..
"halo.."
check on my available website for a Halo Effect photograph.. www.ayuningtyaskarina.deviantart.com
Senin, 24 September 2007
Walk Out saya yang ke-dua!
Dari mana?
dari bioskop.
uh.
jadi saya sama pandu tadi jam 8.15 malem berniat untuk nonton film..
maunya sih nonton Kuntilanak 2, tapi ternyata film itu baru keluar ntar pas lebaran..
oiya, saya sama pandu emang penggemar film-film serem ga penting.
haha.
kita emang berniat untuk membayar paling ngga 20ribu untuk merasa takut. iya, kalo mempan..
selama ini, menurut saya film serem indonesia yang paling bagus itu kuntilanak..
yang julie estelle itu loh..
tau ngga?
nah di film itu, si julie estelle 'nembang' kaya nyinden2 gitu deh.
serem? iya.
ternyata lagu jawa itu cukup spooky.
nah, di film kuntilanank itu si julie estelle menemukan bahwa dirinya adalah titisan kuntilanak! hahah.
aga lucu memang.
tapi nonton dululah filmnya..
ceritanya unik..
termasuk ga rugi juga saya nonton film itu.
ya kalo dibandingin film-film horor indonesia yang seringnya terkesan maksa..
jadi inget film serem jamannya Suzanna dulu..
"Mang, Mang, saya mau bakso.." kata Suzanna berkostum kebaya dan kerudungan..cantik sih..asli deh..
"ini neng.." kata si mang sambil nyuguhin bakso.
"ada lagi mang?" tanya Suzanna lagi, ternyata dia masih laper.
"oh ada neng.." si mang nyiapin bakso lagi. ternyata karena udah malem, basonya juga tinggal dikit, jadinya sampe abis dah tuh bakso di panci.
herannya, si mang bakso ini ga takut sama penampakan Suzanna yang aduhai itu. padahal lokasinya sangat mendukung untuk mang bakso lainnya lari kabur walaupun si Suzanna mau beli baksonya sekaligus gerobak si mang. yah mungkin keadaan ekonomi juga mendukung, makanya si mang kuat2in iman aja buat ngelayanin Suzanna. cantik. bahenol pula.
akhirnya Suzanna bayar bakso yang udah dia makan dengan rakusnya.
"ini mang..udah kembaliannya diambil aja.."
"makasih neng.."
ngga lama kemudian, si mang bakso ngeliatin duit yang dikasih Suzanna.
teing..twing..twing..(efek backsound paling canggih jaman dulu)
berubahlah si duit jadi daun.
pas si mang balik, ternyata Suzanna udah nemplok di atas pohon dengan daster putih sama rambut gimbalnya yang ga pernah sampoan itu..
sambil berkata "hi hihi hi hihi.."
sang mang bakso pun lari terbirit-birit..
kasian. udah bakso abis. ga dibayar. ketemu sundel bolong pula.
apes banget si mang.
nah itu sepotong cerita film horor indonesia yang lumayan membekas di otak saya.
Suzanna sang legenda itu memang ciamik.
didukung dengan minimnya teknologi saat itu, kesan yang tercipta justru sebaliknya. makin seram.
walaupun sekarang udah ga jaman lagi tuh tukang bakso, tukang bakpao, tukang rokok di takut-takutin (sekarang yang jaman anak SMA dengan tank top belahan dada rendah dan hotpants lari-lari di kuburan karena temennya yang bodoh pipis sembarangan di tempat yang katanya angker dan menyebabkan penghuni tempat itu marah dan membuat keputusan 'dengan kekuatan gaib akan menghukummu'), tetep aja ada baiknya ngeliatin film-film jaman dulu yang minim teknologi tapi setan-setannya namphoooooll..
Kuntilanaknya Julie Estelle menurut saya hampir meraih bintang 4 of 5 kalo saja sosok kuntilanak di film itu tidak dilukiskan sebagai wanita berkaki kuda.belum cukup sampai disitu, kuntilanak di film ini pun berkeluarga.
hahah.
yah paling ngga, nyindennya Julie Estelle bolehlah.
dan jalan ceritanyapun saya suka.
then..back to the topic..
iya, saya WO (repetisi, red.).
saya tadi nonton Lawang Sewu.
harapan saya sih paling ngga filmny layak untuk ditonton.
ternyata saya WO sebelum waktunya.
bukan karena make up artistnya berhasil mendandani sang hantu hingga membuat saya tidak tahan untuk berada di dalam bioskop karena kalau saya bertahan pasti saya akan teriak-teriak dan memukul-mukul pandu yang duduk di sebelah saya sehingga menimbulkan kegaduhan satu bioskop yang akhirnya seluruh penonton menghampiri saya dan berkata "udah neng. udah..filmnya udah dimatiin kok.."(kejadian inipun belum pernah terjadi seumur hidup saya). bukan. bukan karena itu.
Saya WO karena ternyata film itu terlalu buruk untuk ditonton.
saya dan pandu terlalu banyak komentar sehingga membuat diri kami sendiripun merasa tidak nyaman.
keputusan untuk WO ini dibuat tidak lama setelah film mulai.
jreng..jreng..
film dimulai dengan thalita latief (sang pemeran utama) berjalan sendirian di dalam sebuah gedung tua. malam hari. sendirian.
dia mendengar suara2 aneh.entah apa.
sampai akhirnya dia melihat seorang wanita berdiri di atas sumur (kaya mau bunuh diri gitu, red.) dan benar saja, wanita itu loncat. Thalita Latief kaget.
dan diapun bangun dari tidur.
oooo..
ee penonton, mimpi..
saya mulai malas. duh, apa di setiap film horor adegan ini harus ada ya? Pak Sutradara, tell me why, please.
akhirnya Thalita Latief bangun dengan riang gembira. diiringi lagu-lagu remaja masa kini.
dia siap-siap sekolah.
ternyata hari itu pengumuman kelulusan.
hmm, kalo saya mimpi buruk di malam sebelum pengumuman kelulusan saya, saya pasti berpikir itu pertanda buruk. tapi tidak untuk si artis yang satu ini.
ternyata si artis beruntung. sial. dia lulus.
terjadilah aksi coret mencoret di dalam sekolah. iya, di lingkungan sekolah. emang boleh ya?duh maaf, tapi di SMA saya dulu, saya ga boleh coret2.
lalu si artis dan gengnya pergi liburan.
ke semarang.
tinggal di rumah embah si temennya artis. Rumahnya serem? iya.
Si Embah yang diperankan Reni Jayusman ga kalah jayus. adduh, ga sreg aja gitu. si embah bohay. haha.
ada lagi pembantu si embah yang diperanin sama Yati Pesek. lucu sih, cuma kok tidak pada tempatnya ya. dialognya dengan temen cowo 1 si artis kaku berat.
malem itu juga, si artis dan gengnya pergi clubbing. iya, di semarang.
katanya mau nyobain cowo2 semarang. what the hell?
tolong beri saya infus.
akhirnya si artis dan gengnya hura-hura dan minum-minum. oh iya, ada adegan dimana si artis ngegepin temennya cipokan sama mas-mas. si artis marah-marah. kata temennya "duh, lo ga asik banget sih. rugi tau, ga ngerasain bibir cowo semarang. rasa lumpia."
oke, beri saya oksigen. saya sulit bernafas.
lalu mereka pulang. di tengah perjalanan, temen cowo si artis mau pipis. si artis minggirin mobil. ternyata 3 temen cowonya semuanya beser.
dengan bodohnya, mereka lomba jauh2an pipis.
bodoh.
udah di sembarang tempat, pake kompetisi pula.
saya heran, emang masih ada ya manusia yang segitu bodohnya.bukan cuma temen cowo si artis aja yang terlihat bodoh, tapi juga temen cewe si artis (yang tadi kegep cipokan). moso, dia pengen ngeliat temen2 cowonya ini adu pipis.
ah, Tuhan, maafkan saya yang ternyata tanpa sengaja sudah menonton film mesum.
temen cewe si artis yang satu lagi ternyata pengen pipis juga. jadilah dia sendirian, masuk ke dalam gedung tua (yang sebelumnya sudah diketahui dari si Embah bahwa gedung itu adalah lawang sewu karena si artis mengingat gedung dalam mimpinya yang sama dengan foto yang pernah dia tanyakan ke Embah) dan mencari space untuk pipis.
tolong digarisbawahi, sendirian. malem2. entah dimana.
akhirnya temen cewe si artis ini berhasil menemukan space yang bagus untuk pipis.
lama.
si artis yang heran kenapa si temen cewenya belum selesai2 juga, merasa khawatir.
apalagi pas dia inget si Embah pernah cerita kalo cewe yang lagi halangan ga boleh masuk ke lawang sewu.
si artis teriak-teriak memanggil teman yang hilang.
oh, ternyata temennya itu lagi halangan toh.
temen-temennya cuma ngetawain. aneh. mabok juga sih.
si artis maksa si temen-temen buat nyari temen yang hilang.
pas di dalem gedung tua, temen si artis kerasukan hantu belanda.
dia ngomong pake bahasa belanda (tenang, ada teksnya ko.).
terus dia lari. pingsan.
si artis tadinya mau ngejer tapi ditahan sama temen cowonya.
Pandu kecewa, film ini telah menggeser kodrat laki-laki.
Selanjutnya?mungkin anda harus nonton sendiri.
karena seingat saya, selanjutnya saya ada di watch corner di BSM ngeliat-liat jam tangan.
dengan sinematografi yang buruk (saya awam dalam hal beginian, jadi ini sangat subjektif), karena berhasil membuat kesan mereka hanya menggunakan satu kamera dan gaya pengambilan gambar yang persis seperti sinetron, maka saya memberi film ini almost 1 star out of 5.
Jumat, 21 September 2007
lagu saya sekarang-sekarang ini
Hate That I Love You
That’s how much I love you
That’s how much I need you
And I can’t stand ya
Must everything you do
make me wanna smile
Can I not like it for awhile
No..
but you won’t let me
You upset me girl
then you kiss my lips
All of a sudden I forget
that I was upset
Can’t remember what you did
But I hate it
You know exactly what to do
So that I can’t stay mad at you
For too long, that’s wrong
Girl, I hate it
You know exactly how to touch
So that I don’t wanna fuss and fight no more
So I despise that I adore you
And I hate how much I love you boy
I can’t stand how much I need you (I need you)
And I hate how much I love you boy
But I just can’t let you go
And I hate that I love you so..
And you completely know the power that you have
The only one that makes me laugh
Sad and it’s not fair how you take advantage of the fact that I
Love you beyond the reason why
And it just ain’t right
And I hate how much I love you girl
I can’t stand how much I need you
And I hate how much I love you girl
But I just can’t let you go
And I hate that I love you so
One of these days maybe your magic won’t affect me
And your kiss won’t make me weak
But no one in this world knows me the way you know me
So you’ll probably always have a spell on me..
And I hate that I love you sooo...
And I hate how much I love you boy
I can’t stand how much I need you (I can’t stand how much I need you)
And I hate how much I love you boy
But I just can’t let you go (But I just can’t let you go, no)
And I hate that I love you so
iya, lagi ngerasa kaya gitu..
uhh.
Kamis, 20 September 2007
Tragedi GIA
Waktu menunjukkan pukul 07.00, waktu yang sangat tepat untuk menikmati sepiring sarapan pagi yang menyenangkan dan mengenyangkan.
Dari kejauhan saya melihat pramugari-pramugari itu sudah menawarkan dua pilihan sarapan kepada para penumpang, "Selamat pagi Bapak/Ibu, nasi goreng atau omelet?" begitu tawar pramugari A.
Sama halnya dengan pramugari B yang juga menawarkan menu yang sama di gang yang lain.
Dalam hati saya, "Ah, nasi goreng..gugugugu.."
Kebetulan, saya duduk di baris 18an. Jadi lama rasanya.
Akhirnya, pramugari A tiba di barisan saya,
Saya sudah siap-siap menjawab pertanyaannya, "Saya mau nasi goreng aja mbak." jika saja pramugari A itu dengan pandangan penuh sopan santun dan senyum terkembang tidak berkata, "Maaf, nasi gorengnya habis. Ini omeletnya."
Jadilah saya memakan omelet dengan wortel rebus, buncis rebus, dan kentang rebus.
Sangat tidak Indonesia.
Sangat tidak 'gue banget'.
Sangat mengecewakan.
Sangat tidak mengenyangkan.
Menyenangkan? Saya MASIH lapar.
Ah, seharusnya GIA melakukan market research dulu sebelum memutuskan proporsi nasi goreng dan omelet untuk sarapan pagi dalam pesawat penerbangan domestik.
Oiya, makanan pokok saya ternyata masih nasi.
ini yang pertama
Hanya pikiran-pikiran di siang bolong, sore menjelang maghrib, malam sebelum tidur.
Saat terjaga karena insomnia, saat terjaga karena memang tidak berniat untuk tidur.
Saat saya merasa 'pengen'.
