..
Suatu hari di sebuah mall kenamaan ibukota,
Agnes Monica berjalan-jalan dengan para bodyguardnya. Sepertinya, sang diva yang mau go international itu ingin berbelanja baju di sebuah butik pakaian kenamaan.
”Duh, bagusan yang mana ya..” Sang Diva nampak asik memilih-milih baju.
Dari kejauhan nampak seorang anak muda, lusuh, seperti tidak memiliki tujuan hidup, jalan terhuyung-huyung. Dapat terdengar samar2, anak muda itu menyenandungkan sebait lagu ”Jangan lagi kau dekati diriku.. Ku tak mau bersamamu..” . Jika diperhatikan lebih lanjut, terlihat tingkat depresi dan frustasi yang tinggi telah menyerang si anak muda.
Agnes Monica telah selesai berbelanja. Ia keluar dari butik tersebut dengan membawa lima kantong belanjaan (oops, yang bawa bodyguardnya.) dengan nominal belanjaan bisa ditaksir tidak mungkin kurang dari 10 juta rupiah, meningat butik itu adalah butik kenamaan (repetisi).
Sembari menelpon dengan hanphone merk finlandia keluaran terbaru di telinga kanan, nampak sang diva tengah asik mengobrol dengan seseorang di seberang sana, karena tak jarang terdengar sura tawa di sela obrolannya. Ia berjalan melenggang.
Sang anak muda begitu shock melihat kenyataan yang ada di depan matanya. Bukan karena belanjaan sang diva, yang membuatnya berpikir bisa mebiayai hidupnya selama 10 tahun ke depan, tapi sosok sang diva a.k.a Agnes Monica mampu membawanya terbang ke masa lalu..
“Aduuh.. bukan main susahnya.. pusingnya kepalaku..”
Tanpa sadar, anak muda menggumamkan bait lagu tersebut.
Karena jarak antara anak muda dan sang diva tidak begitu jauh, hanya terpisah sekitar 3 meter, tak terelakkan, sang diva pun mendengar gumaman itu.. Ah, jadi terbawa ke masa lalu.. Sambil berbalik ke arahnya, sang diva pun menyambut gumaman si anak muda..
“Makanya yang rajin belajar. Yang loyo itu anak bodoh. Makanya kamu jadi bodoh, akibat kebanyakan nonton video..”
Si anak muda terkejut, ”Agnes? Masih inget aku? Aku Nes.. Eza..”
Sang Diva pun terperanjat, ”Eza??”
“Temen duet kamu Nes.. Itu lagu kita.. lagu KITA.. Kita dulu pernah duet..Aku, Eza Yayang..” si anak muda terus mencoba meyakinkan sang Diva bahwa dirinya adaah temen duet sang diva di jaman dahulu kala (jaman ketika sang diva hanyalah seorang perempuan kecil dengan mata sipit dan kulit putih). Anak muda terus berusaha keras mencoba mengembalikan ingatan sang Diva..
”Kamu inget kan Nes? Iya kan?” Anak muda terus berusaha.Sebelum akhirnya, sang Diva berkata,
”Pak, tolong singkirkan bapak ini.. Saya cape melayani orang-orang yang suka ngaku2 ga jelas seperti dia..” kata sang diva.
Pria-pria berbadan besar dan berstelan jas hitam-hitam segera menyingkirkan si anak muda (yang menurut Agnes Monica a.k.a sang diva adalah bapak-bapak).
”Nes..Kamu lupa nes? Nes..jadi gitu ya kamu sekarang.. Setelah apa yang pernah kita lewatin?” si anak muda terus meronta berusaha melepaskan genggaman pria-pria berbadan besar.
Sang Diva berkata,
”Makanya jangan kebanyakan nonton video..”
Dan sang divapun melenggang pergi..
Keesokan harinya, di infotainment, keluar berita terbaru menyoroti rencana kepergian sang diva keluar negeri untuk mempromosikan album terbarunya, terlihat di layar televisi sesosok anak muda yang wajahnya sama persis dengan anak muda yang bertemu sang diva di mall sedang diwawancara,
Wartawan : “Gimana mas Eza Yayang melihat kesuksesan temen duet mas dulu, Agnes Monica..?”
Eza Yayang a.k.a anak muda yang bertemu sang diva di mall : “Wah, saya ikut seneng aja mas..”
Wartawan : “Ada niatan untuk ngajak Agnes Monica duet lagi ngga mas?”
Eza Yayang a.k.a anak muda yang bertemu sang diva di mall : “Yah, kalo ada kesempatan sih kenapa ngga mas..?(dalam hati : kalo ada duit juga tai.. Tai nih wartawan, nanyain gue pertanyaan kaya beginian. Gatau apa sakit hati gue kemaren.)
Wartawan : O, oke deh mas kalo gitu. Ada pesen-pesen ga mas buat Agnes Monica? Kan katanya besok Agnes mau ke Singapura buat promosi album..”
Eza Yayang a.k.a anak muda yang bertemu sang diva di mall : ”Yah, buat Agnes, jangan sombong-sombong aja deh kalo ketemu..”
Begitulah, wawancara yang terjadi. Akhirnya, infotainment pun berakhir dengan lagu “Aduuh.. bukan main susahnya.. pusingnya kepalaku..Makanya yang rajin belajar. Yang loyo itu anak bodoh. Makanya kamu jadi bodoh, akibat kebanyakan nonton video..” sebagai backgroundnya.
Cerita di atas hanyalah fiktif belaka, jika terdapat kesamaan karakter, tokoh, maupun cerita, itu hanya kebetulan.
Cerita itu Cuma rekaan, kira2 gimana kalo Eza Yayang ketemu Agnes Monica di Mall. Hehe. Masih inget sama lagunya Eza Yayang feat. Agnes Monica? Judulnya YES. Saya inget banget karena termasuk lagu kesayangan saya setelah Si Lumba-Lumbanya Bondan Prakoso. Buat yang masih inget video klipnya, mereka berdua pake baju putih-putih terus terbang-terbang, sokil banget tuh. Untuk jaman segitu, Eza Yayang adalah sang idola.. Lama-lama image itu pupus seiring keluarnya lagu DOT yang ”Jangan lagi kau dekati diriku.. Ku tak mau bersamamu.. Jangan lagi kau iringi langkahku.. Dan biarkan ku sendiri.. And the bla bla bla (sebenenya saya hapal lagu ini, cuma males aja nulisnya..”
Sekarang, coba kita tengok sejenak, Agnes Monica kabarnya mau go international tuh.. Nah Eza Yayang? Masih di Indonesiakah beliau? Wallahu alam..

2 komentar:
ha ha bisa aja nih, bener tuh waktu tu aku suka banget ma lagunya YESS mantep mereka keren banget, keliatan kompak banget.. sampe skrg aku masih nyimpen lagunya aku transfer dlm format mp3. Sempet iri jg wkt bondan tenar lewat lgnya lumba2 sampe digosipin menghamili eno lerian (si nyamuk nakal) segala, blm lg konflik ma penyanyi si gatotkaca wakakak
Posting Komentar